Tumbuh Bareng

Sebuah platform untuk kami berbagi dan bertumbuh bersama sebagai teman baik

Blog

4 Kebaikan Fauzi yang akan Selalu Diingat

Achmad Fauzi yang saya kenal itu merupakan orang baik. Ada beberapa daftar kebaikannya yang kadang di luar nalar.

Baiknya kok kebangetan? Hehehe. Oke, langsung saja saya sebutkan semuanya di sini.

1. Diajak jajan di tempat terbaik

Saya masih ingat bahwa aku selalu ingin makan bebek geprek yang ada di kantin RSUD Pasar Minggu.

Pertama kali coba waktu saya menemani dia selama 8 jam ketika dirawat di RSUD karena sakit di bagian otak.

Rasanya pengen makan bebek geprek lagi, tapi dia melarang.

Lalu diajaklah saya ke tempat makan lainnya. Di mana? POPEYE.

Saya awalnya bingung saat masuk ke tempat ini. Popeye si pacarnya Olive kan? Kalau Olive chicken di Jogja sih harganya bersahabat banget ya di kantong mahasiswa. Tapi kalau si Popeye?

Ya udah deh, saya ikut saja. Pembayaran ditanggung Fauzi soalnya hehe.

Begitu saya memasuki tempat ini, saya baru tahu, ternyata tempatnya Instagramable banget ya. Bagus lho untuk buat foto-foto bareng bestie.

Saya pesan yang ada gambar cabe + api, entah itu namanya apa. Yang saya ingat cuma emotikonnya saja.

Begitu mencoba rasanya, mmm pedesnya minta ampun!

Tapi dari sini saya sadar sih, Fauzi selalu memilihkan tempat terbaik untuk jajan-jajan. Mungkin dinilai higienis? Nggak tahu sih.

2. Tidak segan membantu orang lain

Saya masih ingat saat harinya deklarasi Prabowo dari Partai Bulan Bintang yang diadakan di ICE BSD Tangerang.

Perjalanan dari parkiran ke hall 9 (kalau tidak salah) itu jauh sekali. Saat itu, rombongan yang dia bawa kebanyakan dari ibu-ibu pengajian dari segala usia.

Mulai dari anak muda yang masih kuliah sampai nenek-nenek yang sudah capek perjalanan jauh.

Dia sebagai seorang yang seharusnya jadi pemimpin dan berada di depan, malah membantu seorang nenek yang jalannya perlu dituntun.

Masih ingat bagaimana ekspresi Ibunya saat itu, “Aduh, malah si Oji lagi yang bantuin. Adli, samperin gi dah. Dia harusnya ada di sini (jadi pemimpin) posisinya.”

Saat itu saya dibuat tercengang. Ya ampun, hatinya terbuat dari apa sih? Serpihan sayap malaikat kah?

3. Jago berdiplomasi

Saya masih ingat saat saya masih pengangguran selama beberapa bulan. Saya melamar di banyak tempat sebagai content creator.

Kemudian, dia mengajarkan saya gimana menjawab pertanyaan HRD yang susah dan cukup menjebak.

“Jawab aja dengan memberi poin paling tinggi. Karena dari wawancara ke panggilan kerja itu punya jeda waktu yang panjang. Jadi, kamu bisa menggunakan waktu itu untuk mengejar ketertinggalan.”

Masih banyak trik lainnya yang diajarkan sama dia. Mungkin ini alasannya dia selalu bisa berikan jawaban diplomatis ketika kami diskusi.

Hanya satu jawaban diplomatis yang amat sangat tidak saya sukai. “Anda sebut saya sebagai calon, memangnya yakin mau dinikahin?” kata saya waktu itu.

Sebab, saat itu dia memperkenalkan aku ke mana-mana sebagai calon di hari deklarasi. Ke teman dari partai, ke ibu-ibu pengajian.

Jadi, saya harus bertanya soal kepastian dong. Enak saja diperkenalkan begitu kalau ujungnya malah dapat jawaban, “Kan kita gak tahu gimana ke depannya. Kalau jodoh ya nikah, kalau nggak jodoh ya nggak nikah.”

4. Peduli terhadap binatang

Saya masih ingat di malam terakhir kami bertemu. Saya diantar pulang sampai jalan raya agar bisa naik kendaraan umum.

Tidak jauh dari rumahnya, ada seekor kucing kecil yang berada di tengah jalan.

Bukannya fokus mengantar saya saja, dia malah menghentikan motornya lebih dulu.

Dia pungut kucing kecil itu dan diletakkan di pinggir jalan raya, agar lebih aman dari kendaraan yang lewat.

Aksi kecil itu membuat saya yakin, dia memang orang baik saat ini.

Mungkin itu saja sih kebaikan Fauzi yang akan selalu saya ingat. Karena saya ingin mengenangnya sebagai orang baik saja.

Semoga kamu membacanya.

Salam,

Admin tumbuhbareng.com

One thought on “4 Kebaikan Fauzi yang akan Selalu Diingat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *