Langsung ke konten

Komunitas Virtual: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, dan Cara Membangunnya

Komunitas virtual adalah kelompok orang yang berinteraksi lewat internet karena minat yang sama. Pelajari ciri, jenis, contoh, kelebihan, dan cara membangunnya.

11 menit baca Tim TumbuhBareng
Ilustrasi flat laptop dan ponsel berisi gelembung obrolan, dikelilingi avatar anggota dari berbagai tempat yang terhubung garis putus-putus ke satu ruang diskusi

Komunitas virtual adalah kelompok orang yang berinteraksi terutama lewat internet karena punya minat, kebutuhan, atau tujuan yang sama. Anggotanya bisa tinggal di kota yang berbeda dan mungkin belum pernah bertemu, tetapi mereka berdiskusi, saling membantu, dan merasa menjadi bagian dari kelompok yang sama. Forum, grup media sosial, server Discord, dan platform komunitas adalah tempat komunitas virtual biasa tumbuh.

Bagi kreator, pengajar, dan pemilik usaha, komunitas virtual bukan sekadar tempat mengobrol. Ia bisa menjadi ruang belajar, tempat pelanggan saling membantu, sampai sumber penghasilan lewat keanggotaan berbayar. Namun tidak semua grup online layak disebut komunitas.

Artikel ini membahas pengertian komunitas virtual dari sumber yang bisa dicek, ciri-cirinya, jenis dan contohnya, kelebihan dan kekurangannya, bedanya dengan komunitas tatap muka, serta langkah membangunnya.

Pengertian komunitas virtual

Istilah komunitas virtual dipopulerkan Howard Rheingold lewat bukunya The Virtual Community. Di bab pengantar bukunya, Rheingold mendefinisikan komunitas virtual sebagai kumpulan sosial yang muncul dari internet ketika cukup banyak orang melanjutkan diskusi publik cukup lama, dengan perasaan manusiawi yang cukup, sampai terbentuk jaringan hubungan pribadi di dunia maya.

Wikipedia tentang online community (halaman virtual community dialihkan ke sana) menyebut komunitas online sebagai komunitas yang anggotanya berkomunikasi lewat perantara komputer, terutama internet, dan biasanya punya minat yang sama. Halaman itu juga mengutip definisi akademis: komunitas virtual adalah kumpulan individu atau mitra bisnis yang berinteraksi di sekitar minat bersama, dengan interaksi yang sebagian didukung atau dimediasi teknologi, dan diatur oleh protokol atau norma tertentu.

Di Wikipedia bahasa Indonesia, konsep ini dibahas dengan nama komunitas maya, yaitu komunitas yang diciptakan untuk saling berkomunikasi di antara pengguna internet. Bentuknya bisa berupa mailing list, newsgroup, atau papan buletin (bulletin board).

Dari ketiga definisi ini, ada tiga unsur yang selalu muncul: orang-orangnya, minat atau tujuan yang mengikat mereka, dan interaksi yang terjadi lewat teknologi. Kalau salah satunya hilang, misalnya hanya ada pengikut tanpa interaksi antaranggota, yang terbentuk adalah audiens, bukan komunitas.

Sejarah singkat komunitas virtual

Komunitas virtual jauh lebih tua dari media sosial. Wikipedia mencatat bahwa ikatan komunitas yang kuat sudah terbentuk secara online sejak awal 1970-an di sistem berbagi waktu seperti PLATO, lalu di Usenet. Rheingold sendiri menulis bahwa sejak musim panas 1985 ia rutin terhubung ke The WELL (Whole Earth 'Lectronic Link), sistem konferensi komputer tempat orang dari berbagai belahan dunia bercakap secara publik dan bertukar email pribadi.

Wadahnya terus berganti: dari papan buletin dan mailing list, ke forum web, lalu ke situs jejaring sosial. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat Friendster sebagai salah satu situs jejaring sosial yang populer di Indonesia pada masanya. Saat ini, menurut Wikipedia, orang berkomunitas lewat situs jejaring sosial, ruang obrolan, forum, mailing list, dan platform seperti Facebook, Instagram, Discord, Reddit, dan LinkedIn, juga lewat gim video, blog, dan dunia virtual.

Polanya sama dari dulu sampai sekarang: teknologi berubah, tetapi komunitas tetap hidup karena orang-orang yang saling peduli dan terus kembali. Yang berbeda hanya alat untuk berkumpul, mencatat percakapan, dan mengatur anggota.

Ciri-ciri komunitas virtual

Tidak setiap grup online adalah komunitas. Enam ciri berikut membantu membedakan komunitas virtual dari sekadar kumpulan akun.

Diagram enam ciri komunitas virtual: interaksi lewat media digital, minat atau tujuan bersama, batas keanggotaan, aturan dan norma, percakapan banyak arah, dan tidak terikat lokasi
Enam ciri yang membedakan komunitas virtual dari sekadar kumpulan pengikut. Ilustrasi: TumbuhBareng
  1. Interaksi lewat media digital. Percakapan utama terjadi di internet, walau sebagian komunitas juga bertemu langsung sesekali.
  2. Minat atau tujuan bersama. Ada alasan yang jelas kenapa anggota berkumpul, misalnya belajar fotografi atau sesama pemilik usaha kuliner.
  3. Batas keanggotaan. Wikipedia menyebut salah satu definisi komunitas adalah kelompok yang punya batas antara anggota dan bukan anggota. Dengan definisi ini, komunitas online pun termasuk komunitas.
  4. Aturan dan norma. Ada kesepakatan tertulis maupun tidak tertulis tentang apa yang boleh dan tidak. Contohnya ada di artikel contoh aturan komunitas.
  5. Percakapan banyak arah. Anggota berbicara dengan sesama anggota, bukan hanya mendengarkan pemilik.
  6. Tidak terikat lokasi. Wikipedia mencatat bahwa komunitas virtual biasanya tersebar secara geografis, meski ada juga yang terhubung dengan wilayah tertentu.

Ciri kelima paling sering hilang. Akun media sosial dengan ribuan pengikut tetapi tanpa obrolan antarpengikut lebih tepat disebut audiens.

Jenis dan contoh komunitas virtual

Komunitas virtual bisa dikelompokkan menurut alasan anggotanya berkumpul. Pengelompokan berikut bukan klasifikasi resmi, tetapi pembagian praktis yang sering dipakai. Satu komunitas bisa masuk lebih dari satu jenis.

Jenis Yang mengikat anggota Contoh bentuknya
Komunitas minat atau hobi Kesukaan yang sama Forum otomotif, grup pencinta tanaman, server Discord penggemar gim
Komunitas praktisi Profesi atau keterampilan yang sama Komunitas desainer, developer, atau pemasar yang saling bertukar praktik
Komunitas belajar Tujuan menguasai keterampilan tertentu Kelas online dengan ruang diskusi, kelompok belajar bahasa
Komunitas dukungan Pengalaman atau kondisi yang sama Kelompok sesama pasien, komunitas orang tua baru
Komunitas brand atau pengguna Produk atau layanan yang sama Forum pengguna aplikasi, komunitas pelanggan sebuah merek
Komunitas berbasis wilayah Tempat tinggal yang sama Grup warga perumahan, komunitas kota

Untuk jenis praktisi, Etienne dan Beverly Wenger-Trayner dalam pengantar communities of practice membedakannya dari komunitas minat biasa: anggota komunitas praktisi adalah pelaku yang membangun kumpulan pengalaman, cerita, alat, dan cara menyelesaikan masalah bersama. Mereka juga menegaskan bahwa situs web saja belum menjadi komunitas kalau anggotanya tidak berinteraksi dan belajar bersama.

Untuk jenis dukungan, Wikipedia mencontohkan komunitas kesehatan online, yang memberi akses ke sesama pengguna dengan masalah atau pengalaman serupa serta dukungan emosional. Kalau kamu tertarik pada jenis belajar, pembahasan lengkapnya ada di artikel komunitas belajar. Bentuk wadahnya sendiri, dari forum sampai grup chat, kami bandingkan di artikel forum diskusi online.

Kelebihan dan kekurangan

Komunitas virtual membuka banyak peluang, tetapi juga membawa risiko yang perlu diantisipasi sejak awal.

Diagram kelebihan komunitas virtual: lintas lokasi, informasi cepat, percakapan tersimpan, biaya awal rendah; dan kekurangannya: informasi keliru, perilaku kasar, banyak anggota pasif, bergantung platform
Kelebihan dan kekurangan yang paling sering dirasakan pengelola komunitas virtual. Ilustrasi: TumbuhBareng

Kelebihan:

  • Menyatukan orang lintas lokasi. Wikipedia mencatat bahwa komunitas untuk ceruk yang sangat kecil pun bisa menemukan orang dengan minat sama, padahal orang seperti itu mungkin tidak ada di sekitar tempat tinggal.
  • Pertukaran informasi cepat. Menurut Wikipedia, komunitas internet menawarkan pertukaran informasi seketika yang tidak mungkin terjadi di komunitas tatap muka.
  • Percakapan tersimpan. Jawaban yang bagus bisa dibaca lagi oleh anggota baru, terutama di wadah yang punya kategori dan pencarian.
  • Biaya awal rendah. Tidak perlu menyewa tempat untuk mulai berkumpul.

Kekurangan:

  • Informasi keliru. Wikipedia mencatat bahwa komunikasi yang serba cepat membuat informasi bisa diunggah tanpa diperiksa kebenarannya, dan tidak ada editor yang meninjau setiap post.
  • Perilaku kasar. Anonimitas bisa memicu komentar agresif dan perundungan siber, sehingga moderasi menjadi wajib.
  • Banyak anggota pasif. Nielsen Norman Group menggambarkan pola 90-9-1: di kebanyakan komunitas online, 90% pengguna hanya membaca, 9% sesekali berkontribusi, dan 1% menyumbang hampir semua aktivitas.
  • Bergantung pada platform. Perubahan aturan, fitur, atau algoritma platform bisa mengubah cara anggota menemukan komunitasmu.

Sebagian besar kekurangan ini bisa dikurangi dengan aturan yang jelas, admin yang konsisten, dan wadah yang memberi kontrol penuh atas keanggotaan.

Komunitas virtual vs komunitas tatap muka

Komunitas virtual tidak menggantikan komunitas tatap muka, keduanya punya kekuatan masing-masing. Wikipedia menyebut keduanya sama-sama memberi dukungan, informasi, persahabatan, dan penerimaan di antara orang-orang yang awalnya asing satu sama lain.

Aspek Komunitas virtual Komunitas tatap muka
Jangkauan anggota Bisa lintas kota dan negara Terbatas pada yang bisa hadir di lokasi
Waktu interaksi Kapan saja, bisa tidak serentak Pada jadwal pertemuan
Jejak percakapan Tersimpan dan bisa dicari Umumnya hilang kecuali dicatat
Kedekatan emosional Butuh waktu dan usaha lebih Lebih cepat terbentuk lewat tatap muka
Biaya awal Rendah Sewa tempat, konsumsi, transportasi
Tantangan utama Anggota pasif dan perhatian yang terpecah Jadwal dan lokasi yang cocok untuk semua

Banyak komunitas yang sehat menggabungkan keduanya: diskusi harian berjalan online, lalu sesekali diadakan kopdar. Wikipedia juga mencatat bahwa pertemuan offline antaranggota komunitas online makin umum. Ide kegiatan yang bisa kamu adakan, baik online maupun gabungan, ada di artikel ide acara komunitas online.

Peran anggota dalam komunitas virtual

Setiap komunitas virtual punya pembagian peran, walau sering tidak tertulis. Memahami peran ini membantu kamu merancang komunitas yang tidak bergantung pada satu orang.

Peran Yang biasanya dilakukan Yang mereka butuhkan
Pemilik atau pendiri Menentukan tujuan, arah, dan aturan dasar Waktu untuk merancang program, bukan hanya menjawab
Admin dan moderator Menyambut, menjawab, menegakkan aturan Pedoman yang jelas dan kewenangan yang disepakati
Kontributor aktif Memulai diskusi, menjawab pertanyaan, berbagi hasil Pengakuan dan kesempatan memegang peran lebih besar
Pembaca Membaca, menyimpan, sesekali bereaksi Langkah kecil yang mudah untuk mulai berkontribusi

Wikipedia membedakan dua jenis partisipasi di komunitas online: partisipasi publik oleh anggota yang menulis (poster), dan partisipasi non-publik yang disebut lurking, yaitu anggota yang bergabung tetapi tidak berkontribusi. Keduanya sama-sama datang untuk mencari jawaban dan informasi. Artinya, pembaca diam bukan anggota yang gagal. Mereka tetap mendapat manfaat, dan sebagian bisa berubah menjadi kontributor kalau diajak dengan cara yang tepat.

Halaman yang sama menyebut Amy Jo Kim, yang mengelompokkan ritual dan tahapan interaksi anggota komunitas online menjadi apa yang ia sebut siklus hidup keanggotaan (membership life cycle). Gagasan dasarnya sederhana: anggota bergerak dari pendatang baru ke anggota tetap, lalu sebagian menjadi pemimpin. Tugas pengelola adalah membuat setiap perpindahan itu terasa mudah, misalnya lewat utas perkenalan untuk pendatang baru, tantangan rutin untuk anggota tetap, dan peran admin untuk yang paling rajin membantu.

Di banyak komunitas, sistem level dan poin dipakai untuk membuat perjalanan ini terlihat. Kalau kamu ingin menerapkannya, pembahasannya ada di artikel gamifikasi komunitas dan leaderboard.

Cara membangun komunitas virtual

Langkah berikut bisa dipakai untuk komunitas hobi, belajar, maupun komunitas berbayar. Panduan versi lengkapnya ada di artikel cara membangun komunitas online dari nol.

Diagram lima langkah membangun komunitas virtual: tentukan tujuan, pilih wadah, tulis aturan dan sambutan, undang anggota awal, jalankan kegiatan berkala
Lima langkah dasar membangun komunitas virtual dari nol. Ilustrasi: TumbuhBareng
  1. Tentukan tujuan dan anggota yang dituju. Tulis satu kalimat: komunitas ini membantu siapa mencapai apa.
  2. Pilih wadah yang tepat. Grup chat praktis untuk percobaan kecil, tetapi materi cepat tenggelam. Kalau kamu butuh diskusi berkategori, kelas, dan acara di satu tempat, bandingkan pilihannya di artikel platform komunitas online Indonesia dan grup WhatsApp vs platform komunitas.
  3. Tulis aturan dan pesan sambutan. Rangkuman buku Building Successful Online Communities di Wikipedia menyebut interaksi ramah dengan anggota lama mendorong anggota baru bertahan, misalnya lewat utas perkenalan. Contohnya ada di contoh pesan sambutan komunitas.
  4. Undang anggota awal secara personal. Rangkuman yang sama menyebut rekrutmen lewat hubungan pribadi dan dari mulut ke mulut lebih kuat daripada iklan umum.
  5. Jalankan kegiatan berkala. Utas mingguan, sesi tanya jawab, atau tantangan bulanan memberi anggota alasan untuk kembali. Bahan idenya ada di ide konten komunitas, dan cara menjaganya ada di cara menjaga komunitas tetap aktif.

Peran orang yang menjalankan langkah-langkah ini disebut community builder, dan setelah komunitas berjalan, perawatannya biasanya dipegang community manager. Di TumbuhBareng, kamu bisa memulai satu komunitas gratis berisi diskusi berkategori, kelas yang tersusun per bab, dan acara berkalender, lalu menambahkan keanggotaan berbayar dalam Rupiah ketika komunitasmu siap. Detail paketnya ada di halaman Harga.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menganggap jumlah anggota sama dengan komunitas. Ribuan anggota yang diam lebih sulit dihidupkan daripada puluhan anggota yang saling kenal.
  • Tidak ada aturan sampai muncul masalah. Mengingat risiko perilaku kasar dan informasi keliru, aturan sebaiknya ditulis sejak hari pertama.
  • Pemilik menjadi satu-satunya suara. Komunitas berubah menjadi saluran pengumuman kalau anggota tidak diajak berbicara satu sama lain.
  • Mengabaikan anggota pasif. Pembaca diam tetap bagian dari komunitas. Buat langkah pertama berkontribusi terasa ringan, misalnya pertanyaan yang bisa dijawab satu kalimat, dan beri penghargaan seperti di artikel gamifikasi komunitas.
  • Memonetisasi terlalu cepat. Keanggotaan berbayar masuk akal setelah nilai komunitas terbukti. Cara menyusunnya ada di cara monetisasi komunitas dan membership berbayar dengan QRIS.

Kesalahan-kesalahan ini jarang muncul karena kurang pengetahuan. Lebih sering karena pengelola mengerjakan semuanya sendirian. Membagi peran sejak awal, misalnya satu admin untuk moderasi dan satu untuk acara, adalah cara paling sederhana untuk mencegahnya.

Kesimpulan

Komunitas virtual adalah kelompok orang yang berinteraksi lewat internet karena minat, kebutuhan, atau tujuan yang sama. Ciri utamanya ada interaksi banyak arah antaranggota, batas keanggotaan, dan aturan bersama, bukan sekadar jumlah pengikut. Jenisnya beragam, dari komunitas hobi, praktisi, belajar, dukungan, sampai komunitas pengguna sebuah brand.

Kelebihannya terletak pada jangkauan, kecepatan, dan percakapan yang tersimpan, sementara kekurangannya bisa dikurangi lewat aturan dan moderasi yang konsisten. Kalau kamu siap membangun komunitas virtualmu sendiri, kamu bisa membuat komunitas gratis di TumbuhBareng atau menjelajahi komunitas yang sudah berjalan untuk mencari inspirasi.

Sumber

  1. Rheingold, H. The Virtual Community, bab Introduction (edisi elektronik). rheingold.com
  2. Wikipedia. Online community. en.wikipedia.org
  3. Wikipedia bahasa Indonesia. Komunitas maya. id.wikipedia.org
  4. Wenger-Trayner, E. dan Wenger-Trayner, B. (2015). Introduction to communities of practice. wenger-trayner.com
  5. Nielsen, J. (2006). The 90-9-1 Rule for Participation Inequality in Social Media and Online Communities. Nielsen Norman Group. nngroup.com

Pertanyaan yang sering muncul

Apa yang dimaksud dengan komunitas virtual?

Komunitas virtual adalah kelompok orang yang berinteraksi terutama lewat internet karena punya minat, kebutuhan, atau tujuan yang sama. Anggotanya bisa tersebar di banyak kota, tetapi tetap merasa menjadi bagian dari kelompok yang sama karena berdiskusi, saling membantu, dan mengikuti kegiatan bersama secara online.

Apakah komunitas virtual sama dengan komunitas online?

Dalam penggunaan sehari-hari, keduanya dipakai bergantian. Wikipedia bahkan mengalihkan halaman virtual community ke online community. Wikipedia bahasa Indonesia memakai istilah komunitas maya untuk konsep yang sama.

Apa saja ciri komunitas virtual?

Interaksi utamanya lewat media digital, anggotanya punya minat atau tujuan bersama, ada batas yang jelas antara anggota dan bukan anggota, ada aturan atau norma, ada percakapan banyak arah, dan anggotanya tidak dibatasi lokasi.

Apa contoh komunitas virtual?

Contohnya forum diskusi bertopik, grup di media sosial, server Discord, komunitas belajar di platform kelas online, komunitas pengguna sebuah produk, dan kelompok dukungan sesama pasien. Yang membuatnya komunitas adalah interaksi antaranggota, bukan sekadar daftar pengikut.

Apa kelebihan komunitas virtual dibanding komunitas tatap muka?

Komunitas virtual bisa menyatukan orang dengan minat yang sangat spesifik dari banyak tempat, bertukar informasi dengan cepat, dan menyimpan percakapan sehingga bisa dibaca lagi. Biaya untuk mulai juga jauh lebih rendah daripada menyewa tempat pertemuan.

Apa kekurangan komunitas virtual?

Kekurangannya antara lain risiko informasi keliru menyebar tanpa diperiksa, perundungan dan komentar kasar yang dipicu anonimitas, sebagian besar anggota yang hanya membaca, serta ketergantungan pada aturan dan algoritma platform tempat komunitas berada.

Bagaimana cara membangun komunitas virtual yang aktif?

Tentukan tujuan dan anggota yang dituju, pilih wadah yang membuat diskusi tersusun, tulis aturan dan pesan sambutan, undang anggota awal secara personal, lalu jalankan kegiatan berkala yang konsisten. Angkat anggota yang rajin membantu menjadi admin supaya komunitas tidak bergantung pada satu orang.

Apakah komunitas virtual bisa dijadikan sumber penghasilan?

Bisa, misalnya lewat keanggotaan berbayar, kelas online, atau acara khusus anggota. Syaratnya, anggota sudah merasakan nilai nyata dari komunitas itu lebih dulu, sehingga membayar terasa wajar dan bukan paksaan.

Siap membangun komunitasmu?

Mulai gratis. Diskusi, kelas, dan acara dalam satu tempat.