Langsung ke konten

Pengertian Komunitas: Arti, Unsur, Jenis, dan Contohnya

Pengertian komunitas adalah kelompok orang yang terikat minat, tempat, atau tujuan yang sama. Pelajari asal kata, unsur, jenis, ciri, dan contohnya di sini.

11 menit baca Tim TumbuhBareng
Ilustrasi flat enam anggota mengelilingi meja bundar, saling terhubung garis putus-putus, dengan ikon obrolan, hati, dan bintang di atas meja

Pengertian komunitas secara sederhana adalah kelompok orang yang saling berinteraksi karena punya kesamaan, misalnya tempat tinggal, minat, profesi, atau tujuan. Yang membuatnya berbeda dari kerumunan biasa adalah hubungan yang berulang di antara anggotanya, rasa saling memiliki, dan kebiasaan yang disepakati bersama. Komunitas bisa bertemu di balai warga, di kafe, atau di internet.

Kata komunitas sangat sering dipakai, dari komunitas pesepeda, komunitas penulis, sampai komunitas pelanggan sebuah produk. Karena terlalu sering dipakai, artinya jadi kabur. Banyak grup yang menyebut dirinya komunitas padahal isinya hanya pengumuman satu arah.

Artikel ini membahas arti komunitas dari sumber yang bisa dicek, unsur yang membentuknya, jenis dan contohnya, bedanya dengan kelompok lain, sampai cara menilai apakah sebuah kelompok sudah layak disebut komunitas.

Arti dan asal kata komunitas

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, kata komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti kesamaan. Dari kata itu lahir turunan communis yang berarti sama, publik, atau dibagi oleh semua atau banyak orang. Halaman yang sama menjelaskan komunitas sebagai kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, dan umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama.

Untuk komunitas manusia, Wikipedia menambahkan bahwa individu di dalamnya bisa memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, dan kegemaran yang serupa. Jadi kesamaan itu tidak selalu soal tempat. Dua orang yang tinggal berjauhan bisa berada di komunitas yang sama karena sama-sama menekuni fotografi atau sama-sama merintis usaha kuliner.

Akar kata ini memberi petunjuk penting. Inti komunitas adalah sesuatu yang dimiliki bersama dan dibagi bersama. Bisa berupa minat, masalah, pengetahuan, atau pengalaman. Kalau tidak ada yang dibagi, yang ada hanya sekumpulan orang yang kebetulan berada di tempat yang sama.

Dalam bahasa sehari-hari, kata komunitas juga dipakai dalam arti biologi, misalnya komunitas tumbuhan di sebuah hutan. Artikel ini fokus pada komunitas manusia, terutama komunitas yang sengaja dibangun oleh kreator, pengajar, pemilik usaha, dan penggerak kegiatan.

Pemikiran tentang komunitas sudah lama dibahas dalam sosiologi dan psikologi. Beberapa pandangan berikut sering dijadikan rujukan, dan semuanya bisa kamu cek di sumber yang ditautkan.

Ferdinand Tönnies. Sosiolog Jerman ini membedakan dua jenis ikatan sosial, Gemeinschaft dan Gesellschaft, yang biasa diterjemahkan sebagai komunitas dan masyarakat. Menurut ringkasan di Wikipedia tentang Gemeinschaft dan Gesellschaft, Gemeinschaft merujuk pada interaksi sosial yang personal beserta peran, nilai, dan keyakinan yang lahir darinya. Gesellschaft merujuk pada interaksi tidak langsung, peran impersonal, dan nilai formal, seperti di perusahaan atau negara modern.

Seymour Sarason. Psikolog ini, lewat bukunya pada 1974, mengusulkan rasa komunitas (sense of community) sebagai pusat kajian psikologi komunitas. Wikipedia tentang sense of community mengutip definisinya: persepsi kesamaan dengan orang lain, saling ketergantungan yang diakui, kesediaan menjaga ketergantungan itu, dan perasaan menjadi bagian dari struktur yang lebih besar, dapat diandalkan, dan stabil.

David McMillan dan David Chavis. Keduanya mendefinisikan rasa komunitas sebagai perasaan memiliki, perasaan bahwa anggota saling penting satu sama lain dan bagi kelompok, serta keyakinan bersama bahwa kebutuhan anggota akan terpenuhi lewat komitmen untuk tetap bersama. Halaman Wikipedia yang sama menyebut teori mereka sebagai yang paling berpengaruh di bidang ini.

Jean Lave dan Etienne Wenger. Pada 1991 mereka memperkenalkan istilah komunitas praktik, yaitu kelompok orang yang berbagi kepedulian atau gairah terhadap sesuatu yang mereka kerjakan dan belajar melakukannya lebih baik lewat interaksi rutin, seperti dirangkum di Wikipedia tentang community of practice.

Empat unsur yang membentuk rasa komunitas

Model McMillan dan Chavis berguna karena praktis. Model ini tidak hanya menjelaskan apa itu komunitas, tetapi juga memberi petunjuk apa yang perlu dijaga supaya anggota merasa memiliki.

Diagram empat unsur rasa komunitas menurut McMillan dan Chavis: keanggotaan, pengaruh, pemenuhan kebutuhan, dan ikatan emosional bersama
Empat unsur rasa komunitas. Kalau satu unsur hilang, anggota cenderung merasa hanya tercatat, bukan memiliki. Ilustrasi: TumbuhBareng
  1. Keanggotaan. Ada batas yang jelas tentang siapa anggota dan siapa bukan. Batas ini memberi rasa aman, karena anggota tahu dengan siapa mereka berbicara. Di komunitas online, batas ini bisa berupa proses bergabung, sambutan, dan aturan.
  2. Pengaruh. Pengaruh berjalan dua arah. Anggota perlu merasa suaranya didengar dan bisa ikut menentukan arah kelompok. Sebaliknya, kelompok juga perlu punya pengaruh terhadap anggotanya, misalnya lewat norma yang disepakati.
  3. Integrasi dan pemenuhan kebutuhan. Anggota merasa mendapat sesuatu dari keikutsertaannya. Bisa berupa ilmu, jawaban atas pertanyaan, teman, peluang kerja, atau sekadar rasa diterima.
  4. Ikatan emosional bersama. Wikipedia mengutip McMillan dan Chavis yang menyebut unsur ini sebagai unsur penentu komunitas sejati. Isinya sejarah dan pengalaman bersama, misalnya acara yang dihadiri bersama atau tantangan yang diselesaikan bersama.

Bagi pengelola, keempat unsur ini bisa dijadikan daftar periksa. Proses sambutan menjaga keanggotaan. Polling dan diskusi terbuka menjaga pengaruh. Materi dan jawaban yang berguna memenuhi kebutuhan. Acara rutin membangun ikatan emosional. Contoh kalimat sambutan yang hangat bisa kamu ambil dari contoh pesan sambutan anggota baru.

Ciri-ciri komunitas

Dari pengertian dan unsur di atas, kita bisa menurunkan beberapa ciri yang mudah dikenali. Ciri ini berlaku untuk komunitas tatap muka maupun komunitas online.

  • Ada kesamaan yang mengikat. Bisa berupa tempat, minat, profesi, nilai, atau masalah yang ingin dipecahkan bersama.
  • Interaksi berulang. Anggota tidak hanya bertemu sekali. Mereka kembali, saling menyapa, dan saling mengenal dari waktu ke waktu.
  • Percakapan banyak arah. Anggota berbicara dengan sesama anggota, bukan hanya mendengarkan satu orang. Inilah pembeda paling jelas antara komunitas dan audiens.
  • Ada norma dan aturan. Tertulis atau tidak, ada kesepakatan tentang apa yang pantas dan apa yang tidak. Panduan menyusunnya ada di artikel aturan komunitas.
  • Ada rasa memiliki. Anggota merasa kehilangan kalau komunitasnya bubar, dan merasa ikut bertanggung jawab menjaga suasananya.
  • Ada peran yang muncul. Seiring waktu, ada anggota yang menjadi penyambut, penjawab pertanyaan, atau penggerak acara. Peran pengelola dibahas lebih dalam di artikel community manager.

Tidak semua ciri harus kuat sejak hari pertama. Komunitas yang baru dirintis biasanya baru punya kesamaan dan sedikit interaksi. Ciri lain tumbuh kalau pengelolanya merawat percakapan dengan sabar.

Jenis-jenis komunitas dan contohnya

Wikipedia bahasa Indonesia, mengutip Crow dan Allan, membagi komunitas berdasarkan lokasi atau tempat, berdasarkan minat, dan berdasarkan komuni atau ide dasar yang mendukungnya. Dalam praktik sehari-hari, pembagian ini bisa diperluas menjadi enam jenis yang lebih mudah dikenali.

Diagram enam jenis komunitas: lokasi, minat atau hobi, praktik atau profesi, belajar, virtual, serta pelanggan atau merek
Enam jenis komunitas yang sering ditemui. Satu kelompok bisa termasuk beberapa jenis sekaligus. Ilustrasi: TumbuhBareng
Jenis komunitas Yang mengikat anggota Contoh
Lokasi Tempat tinggal atau wilayah yang sama Karang taruna, paguyuban warga kompleks
Minat atau hobi Kegemaran yang sama Komunitas pesepeda, klub buku, pecinta kopi
Praktik atau profesi Pekerjaan dan cara kerja yang sama Komunitas desainer, guru, atau pengembang perangkat lunak
Belajar Tujuan belajar yang sama Kelompok belajar, peserta kelas berbasis kohort
Virtual Interaksi terutama lewat internet Forum, server diskusi, platform komunitas
Pelanggan atau merek Pemakaian produk yang sama Komunitas pengguna aplikasi atau pemilik kendaraan tertentu

Beberapa jenis punya artikel tersendiri di blog ini. Komunitas yang fokus belajar dibahas di komunitas belajar, sedangkan komunitas yang berkumpul lewat internet dibahas di komunitas virtual. Kalau kamu ingin melihat contoh nyata yang sedang berjalan, kamu bisa menjelajahi komunitas di TumbuhBareng.

Komunitas, organisasi, dan kerumunan

Kata komunitas sering tertukar dengan organisasi, kelompok, atau audiens. Perbedaannya bukan soal jumlah orang, melainkan soal bentuk hubungan di antara mereka.

Perbandingan komunitas dengan sekadar kumpulan orang: saling mengenal, tujuan sama, aturan bersama, percakapan banyak arah, rasa memiliki
Komunitas dibandingkan dengan sekadar kumpulan orang. Pembedanya ada pada hubungan, bukan jumlah. Ilustrasi: TumbuhBareng
Aspek Komunitas Organisasi Kerumunan atau audiens
Dasar berkumpul Kesamaan minat, tempat, atau tujuan Tujuan resmi yang ditetapkan Kebetulan atau ketertarikan sesaat
Struktur Cair, peran tumbuh alami Formal, ada jabatan dan pengurus Hampir tidak ada
Arah percakapan Banyak arah Mengikuti struktur Satu arah atau tidak ada
Aturan Norma bersama, sering tertulis sederhana Anggaran dasar dan prosedur Tidak ada
Rasa memiliki Kuat kalau dirawat Bervariasi Lemah

Komunitas bisa berkembang menjadi organisasi, misalnya ketika mulai membentuk pengurus atau badan hukum. Sebaliknya, sebuah organisasi bisa punya komunitas di dalamnya, misalnya komunitas alumni sebuah kampus. Audiens media sosial juga bisa diubah menjadi komunitas, asalkan pemiliknya membuka ruang agar pengikut saling berbicara. Proses ini dibahas di artikel community builder.

Bedanya dengan forum juga perlu dicatat. Forum adalah wadah, sedangkan komunitas adalah hubungan di dalamnya. Forum yang ramai belum tentu komunitas, dan komunitas bisa hidup di forum, grup chat, atau platform khusus. Penjelasan wadahnya ada di forum diskusi online.

Manfaat bergabung dalam komunitas

Orang bergabung dengan komunitas karena kebutuhan yang berbeda-beda. Manfaat berikut paling sering dirasakan, dan sejalan dengan unsur pemenuhan kebutuhan dalam model McMillan dan Chavis.

  • Belajar lebih cepat. Pertanyaan dijawab oleh orang yang sudah mengalami masalah yang sama. Pengalaman orang lain menghemat waktu coba-coba.
  • Jaringan dan peluang. Banyak peluang kerja, kolaborasi, dan pelanggan datang dari hubungan di komunitas, bukan dari iklan.
  • Dukungan dan semangat. Menekuni sesuatu sendirian mudah membuat menyerah. Teman seperjalanan membuat kita bertahan lebih lama.
  • Rasa diterima. Komunitas memberi tempat bagi orang yang minatnya jarang dimiliki lingkungan sekitarnya.
  • Kesempatan berkontribusi. Anggota yang dulu bertanya lama-lama menjadi penjawab. Peran ini membangun kepercayaan diri dan reputasi.

Bagi pemilik usaha dan kreator, komunitas juga punya manfaat bisnis. Pelanggan yang saling membantu mengurangi beban layanan pelanggan, dan komunitas yang bernilai bisa dijadikan keanggotaan berbayar. Langkah-langkahnya dibahas di cara monetisasi komunitas dan ide komunitas berbayar.

Satu catatan penting: manfaat ini tidak muncul otomatis. Komunitas yang dibiarkan tanpa tuan rumah biasanya sepi dalam beberapa minggu. Cara menjaganya ada di cara menjaga komunitas tetap aktif.

Bagaimana sebuah komunitas tumbuh

Komunitas jarang lahir dalam bentuk jadi. Biasanya ia tumbuh bertahap, dan setiap tahap butuh perhatian yang berbeda dari pengelolanya. Memahami tahapan ini membantu kamu tidak cemas ketika grup baru masih sepi.

  1. Berkumpul. Beberapa orang datang karena satu kesamaan, misalnya minat yang sama atau undangan dari seorang kreator. Di tahap ini mereka masih saling asing dan banyak yang hanya membaca.
  2. Mengenal. Lewat perkenalan, sambutan, dan pertanyaan ringan, anggota mulai tahu siapa saja yang ada di sana. Pengelola masih memegang peran utama untuk memulai percakapan.
  3. Berbagi. Anggota mulai bertanya dan menjawab satu sama lain. Muncul kebiasaan bersama, misalnya sesi berbagi tiap akhir pekan.
  4. Memiliki. Anggota ikut menjaga suasana, menyambut anggota baru, dan mengusulkan kegiatan. Di tahap ini komunitas tetap berjalan walau pengelolanya sedang sibuk.

Perpindahan dari satu tahap ke tahap berikutnya tidak punya jadwal pasti. Ada komunitas yang sampai tahap memiliki dalam beberapa bulan, ada yang butuh lebih lama. Yang mempercepat biasanya konsistensi kecil yang dilakukan terus, bukan acara besar yang diadakan sekali lalu dilupakan.

Cara menilai apakah kelompokmu sudah jadi komunitas

Kalau kamu mengelola grup, kelas, atau pengikut, pertanyaan berikut membantu menilai apakah kelompok itu sudah menjadi komunitas atau masih sebatas audiens. Jawab dengan jujur, lalu perbaiki bagian yang masih lemah.

  1. Apakah anggota saling membalas tanpa menunggu kamu? Kalau setiap percakapan harus dimulai dan dijawab pengelola, hubungan antaranggota belum terbentuk.
  2. Apakah ada aturan yang diketahui semua orang? Aturan sederhana yang ditulis dan disematkan menunjukkan batas keanggotaan yang jelas.
  3. Apakah anggota baru disambut? Sambutan adalah pintu masuk rasa memiliki. Grup yang membiarkan anggota baru masuk tanpa disapa akan kehilangan mereka.
  4. Apakah ada kegiatan bersama yang rutin? Acara, tantangan mingguan, atau sesi tanya jawab membangun pengalaman bersama. Inspirasinya ada di ide acara komunitas online.
  5. Apakah anggota bisa ikut menentukan sesuatu? Polling topik, usulan acara, atau pemilihan moderator dari anggota memberi rasa pengaruh.
  6. Apakah ada anggota yang aktif berkontribusi? Penghargaan sederhana seperti poin dan level bisa membantu, seperti dijelaskan di gamifikasi komunitas.

Satu catatan soal ukuran. Wikipedia tentang angka Dunbar menjelaskan gagasan bahwa ada batas kognitif jumlah orang yang bisa kita kenal secara stabil, yang oleh Robin Dunbar diperkirakan sekitar 150 orang. Komunitas besar tetap bisa hidup, tetapi biasanya dengan membentuk kelompok kecil di dalamnya, misalnya kanal per topik atau kelas per angkatan.

Kalau sebagian besar jawabanmu masih "belum", jangan khawatir. Hampir semua komunitas mulai dari situ. Panduan langkah demi langkah tersedia di cara membuat komunitas online dari nol.

Kesimpulan

Pengertian komunitas berakar dari kata Latin communitas, yaitu kesamaan. Komunitas adalah kelompok orang yang terikat oleh kesamaan tempat, minat, profesi, atau tujuan, lalu berinteraksi secara berulang sampai tumbuh rasa saling memiliki. Para ahli seperti Tönnies, Sarason, McMillan dan Chavis, serta Lave dan Wenger memberi sudut pandang berbeda, tetapi semuanya menekankan hubungan, bukan jumlah anggota.

Empat unsur rasa komunitas, yaitu keanggotaan, pengaruh, pemenuhan kebutuhan, dan ikatan emosional, bisa dijadikan panduan untuk merawat kelompokmu. Kalau kamu ingin mulai membangun komunitas sendiri dengan diskusi, kelas, dan acara dalam satu tempat, kamu bisa membuat komunitas gratis di TumbuhBareng dan melihat pilihan paketnya di halaman harga.

Sumber

  1. Wikipedia bahasa Indonesia. Komunitas. id.wikipedia.org
  2. Wikipedia. Sense of community. en.wikipedia.org
  3. Wikipedia. Gemeinschaft and Gesellschaft. en.wikipedia.org
  4. Wikipedia. Community of practice. en.wikipedia.org
  5. Wikipedia. Dunbar's number. en.wikipedia.org

Pertanyaan yang sering muncul

Apa pengertian komunitas secara singkat?

Komunitas adalah kelompok orang yang saling berinteraksi karena punya kesamaan, misalnya tempat tinggal, minat, profesi, atau tujuan. Yang membedakannya dari sekadar kerumunan adalah adanya hubungan yang berulang, rasa saling memiliki, dan kebiasaan atau aturan yang disepakati bersama.

Dari mana asal kata komunitas?

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, kata komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti kesamaan, dengan turunan communis yang berarti sama, publik, atau dibagi oleh banyak orang. Akar kata ini menjelaskan inti komunitas, yaitu sesuatu yang dimiliki dan dibagi bersama.

Apa saja unsur sebuah komunitas?

Model rasa komunitas dari McMillan dan Chavis menyebut empat unsur, yaitu keanggotaan, pengaruh, integrasi dan pemenuhan kebutuhan, serta ikatan emosional bersama. Keempatnya menjelaskan kenapa seseorang merasa menjadi bagian dari kelompok, bukan hanya tercatat sebagai anggota.

Apa saja jenis komunitas?

Jenis yang sering dipakai adalah komunitas berdasarkan lokasi, minat, dan praktik atau profesi. Dalam keseharian kita juga mengenal komunitas belajar, komunitas virtual yang berkumpul lewat internet, dan komunitas pelanggan sebuah merek. Satu kelompok bisa masuk beberapa jenis sekaligus.

Apa bedanya komunitas dengan organisasi?

Organisasi biasanya punya struktur formal, jabatan, dan tujuan yang ditetapkan secara resmi. Komunitas lebih cair dan tumbuh dari hubungan antaranggota. Komunitas bisa menjadi organisasi kalau mulai membentuk pengurus dan aturan formal, tetapi banyak komunitas tetap berjalan tanpa struktur seperti itu.

Berapa jumlah anggota minimal sebuah komunitas?

Tidak ada angka minimal yang baku. Komunitas kecil berisi belasan orang yang aktif sering lebih hidup daripada grup ribuan orang yang diam. Ukuran yang lebih berguna adalah berapa banyak anggota yang benar-benar berinteraksi secara rutin.

Apakah grup WhatsApp sudah bisa disebut komunitas?

Bisa, kalau anggotanya saling berinteraksi, punya tujuan yang sama, dan ada kebiasaan bersama. Grup yang hanya berisi pengumuman satu arah lebih tepat disebut saluran informasi. Wadahnya tidak menentukan, yang menentukan adalah hubungan di antara anggotanya.

Bagaimana cara memulai komunitas sendiri?

Mulailah dari satu kesamaan yang jelas, misalnya minat atau masalah yang ingin dipecahkan bersama. Undang sedikit orang yang paling peduli, tulis aturan sederhana, sambut setiap anggota baru, dan adakan kegiatan rutin. Wadahnya bisa grup chat, forum, atau platform komunitas seperti TumbuhBareng.

Siap membangun komunitasmu?

Mulai gratis. Diskusi, kelas, dan acara dalam satu tempat.